Doa di malam kudus

Posted: Thursday, December 18, 2008 | Posted by Albertus Prawata | Labels:

Terbangun dari tidur di gelapnya pagi, menghirup udara fajarMu. Hari lahirnya Putera Sang Gembala di palungan. Teringat akan hari itu, ketika kecupan bunda memberi senyum, menyampaikan pesan dari utara khatulistiwa katanya.

Mengingat kembali malam lalu, tarian angin membawamu pergi, membanjiri rongga hampa hati ini. Menunggu sebuah kecupan yang tak kunjung datang darimu, di mimpi masa depanku. Telah berlalu, seiring dengan alunan melodi detik-detik waktu, membawaku pergi melihat senyum abadi yang selalu bersamaku sepanjang katulistiwa. Terima kasih, jiwa dalam raga ini mengucapkan kepadaMu.


Kulihat cahaya dan embun pagi dari jendela waktu. Menyadari indahnya palungan kecil itu menjadi tempat hadirnya senyumku di dalam ruang raga fana ini. Aku ada melalui kuasaMu, dalam cinta sepasang malaikat bunda dan bapa. Kepakan sayapnya membawa aku terbang tinggi melihat kasih tak berujung dalam didikan dan lindungan suci, bersama dengan teman kecil, saudaraku.

Irama detik waktu berjalan, seiring dengan pencarianku. Aku ada melalui harapan akan keindahan wujudmu yang tergambar di alam mimpi esok hari. Rupa senyummu pelengkap jiwa raga ini. Detik-detik terus berlari, mengejar menit dan jam untuk dilalui, menyelesaikan sebuah cerita kehidupan. Hari ini aku terbangun, bersama dengan kehadiran jiwa pembimbing lambang kehidupan kekal. Menyimpan sebuah pujian syukur dan ujud terciptanya senyum yang tersembunyi.

Di dalam kesunyian malam nanti, seiring pujian laskar surgawi. Aku ada menyanyikan nada pujian harapan untuk sebuah senyummu. Di dalam nyanyian itu, aku menemukanmu, dan ijinkanlah melodimu terus bersenandung membawaku mengenalmu diterangi sinar bintang kejora malam ini.

Doa syukur dan ujubku untuk senyuman selama perjalanan di alam khatulistiwa.


181208

0 comments: