Renung

Posted: Tuesday, April 21, 2009 | Posted by Albertus Prawata | Labels:

Datar dan membeku, sesaat sebelum engkau tersenyum
Kayu pembatas bersegi empat memelukmu erat
Bayangan perekam jatuh dalam ingatan
Sepasang mata merekammu sempurna

Berada dalam batas dua dunia
Berjalan dan terus melangkah bermain cahaya
Merekam indahmu, dalam ribuan detik waktu yang terhenti
Kuulangi, sekali saja, menunggumu kembali

Senyummu dan sedihmu, tawaku dan tangisku
Cerita malam yang terulang kembali
Saat kulihat kembali matamu
Tersenyum dalam tangisanku

Dalam diamnya sebuah cerita
Selalu ingin berlari jauh untuk kembali
Merindukanmu berada di dekatku selalu

0 comments: