meruntuhkan pagar

Posted: Wednesday, March 3, 2010 | Posted by Albertus Prawata | Labels: ,

“Mengapa sebuah kolam dan air mancur yang telah dibuat tidak dipergunakan? Mengapa akses menuju suatu fasilitas publik begitu rumit? Mengapa harus ada pagar yang membatasi ruang terbuka itu?”




Pertanyaan-pertanyaan itulah yang menjadi dasar awal yang menjadikan sebuah tugas dalam mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1, Universitas Bina Nusantara. Dari sebuah pengalaman ke kota tua dengan menggunakan bus Trans Jakarta, pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul. Di terminal terakhir di kota tua itu terdapat suatu ruang terbuka yang menjadi ruang yang tidak diinginkan, dan dari rasa “sayang” itulah muncul suatu keinginan untuk mengutak-atik ruang tersebut, mencari suatu solusi untuk menjawab pertanyaan-pertanyan di atas.

Solusi dari pertanyaan-pertanyaan tersebut memang begitu kompleks, dan akan sangat sulit sekali dan bahkan tidak mungkin menyelesaikannya hanya dengan suatu desain arsitektur. Faktor ekonomi, lingkungan sosial, dan peran masyarakat sebagai pengguna juga ikut terlibat. Diharapkan dari suatu desain dengan fungsi baru, faktor-faktor lainnya dapat mendukung sehingga tidak dibutuhkan lagi pagar-pagar penghalang, tidak akan ada kolam yang tidak berfungsi, dan mungkin akan ada akses baru untuk mengakses fungsi ini.

Gagasan fungsi yang akan dimasukkan ke dalam site ini adalah sebuah pusat informasi. Fungsi pusat informasi ini diharapkan dapat menyatu dengan fungsi terminal sebagai tempat transit para pengguna bus Trans Jakarta. Pusat informasi ini akan memberikan informasi secara lengkap mengenai bus Trans Jakarta dan juga informasi transportasi yang ada di DKI Jakarta. Selain itu juga akan terdapat ruang-ruang display yang akan memberikan informasi mengenai event khusus ataupun pameran dalam skala kecil. Pusat informasi ini tentunya dapat membantu pemerintah untuk mempromosikan program pariwisatanya.

Dengan adanya fungsi pusat informasi pada site tersebut, setidaknya pagar pembatas untuk memasuki area ruang yang tidak diinginkan itu menjadi hilang, dan akan tercipta suatu aktifitas yang lebih menyenangkan. Ruang terbuka tersebut menjadi ruang yang tidak terbuang dan pusat informasi itu diharapkan dapat menjadi satu kesatuan yang baik terhadap fungsi-fungsi yang telah ada. Dengan demikian, suatu saat nanti, mungkin diantara desain ini dapat diwujudkan, sehingga ruang tersebut menjadi hidup, dan dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. |Albertus Prawata|Sunjaya Askaria|Hezby Ryandi|Hardy Suanto|Atha Auriyane|







4 comments:

  1. Anonymous said...
  2. explain bout your design please...

  3. Anonymous said...
  4. for hardy,
    Good job, i know you can do it...is this the one that you got reward??
    keep up the good work....^o^

    beLL

  5. Anonymous said...
  6. nice :-)
    good idea !
    :-D GOOD JOB ..

  7. Anonymous said...
  8. LOVE this !!