Gabriel dan Pekerja Kebun

Posted: Wednesday, February 8, 2012 | Posted by Albertus Prawata | Labels: ,

Ada seorang tua, pekerja kebun di sebuah sekolah ternama di suatu negeri di sisi Timur. Dia dicintai oleh segenap penghuni sekolah dari pimpinan, murid-murid, orang tua, dan juga mereka para karyawan sekolah itu karena keramahan, dedikasi dan pekerjaannya yang selalu diselesaikannya dengan baik. Suatu hari ia jatuh sakit, dan ia pun merasa waktunya sudah hampir tiba. Suatu malam, dalam tidurnya ia bermimpi, bertemu dengan salah seorang malaikat pewarta kabar gembira. "Gabriel..." Sapanya. "Apakah aku sudah tiada? Dimanakah aku sekarang?" "Engkau masih tertidur, dan aku datang sejenak untuk menyapamu karena sepertinya engkau sangat sedih akhir-akhir ini. Apa yang engkau pikirkan?", kata sang malaikat. "Aku tahu, waktuku sudah tidak akan lama lagi di dunia ini. Aku hanya seorang tukang kebun. Aku takut apabila nanti menghadapNya, aku tidak punya apa-apa. Tidak punya sesuatu yang membanggakan untuk bisa diceritakan dan diberikan." Gabriel pun tersenyum dan berkata, "Tunjukanlah tanganmu, Ia akan akan mengerti". Ia pun terbangun, melihat tangannya yang kasar dan kapalan, mendandakan ia pekerja keras yang selalu mencoba memberikan yang terbaik. Sekecil apapun suatu karya, apabila dikerjakan dengan sungguh-sungguh pasti akan menjadi baik. Starts small.

0 comments: