Posted: Monday, September 24, 2012 | Posted by Albertus Prawata | Labels:



Kota Helsinki di Finlandia, Zurich di Swiss dan Copenhagen di Denmark, secara berurutan menempati urutan pertama, kedua dan ketiga sebagai the most livable cities yang dikeluarkan oleh Monocle tahun 2012. Kota-kota besar lainnya seperti Melbourne, Madrid, Tokyo, dan Singapore seringkali masuk di dalam jajaran 25 besar kota sebagai tempat tinggal terbaik. Meskipun penilaian untuk menjadi kota yang terbaik untuk ditinggali parameter penilaiannya dapat dilihat dari berbagai aspek, tetapi ada salah satu penilaian penting tentang bagaimana suatu kota dapat menawarkan ruang publik dan ruang rekreasi bagi warganya. 
Kota Jakarta dengan kepadatan penduduknya mencapai 14.500 orang per kilometer persegi hampir tidak dapat menyisakan ruang-ruang publik bagi warga Jakarta untuk bersosialisasi melalui aktifitas publik yang baik. Interaksi sosial dan ruang rekreasi untuk sesuatu hal-hal yang baru dan menarik sangat tidak dapat terwujudkan dengan baik. Untuk itu perlu adanya strategi baru untuk meningkatkan kualitas ruang kota Jakarta, sehingga dapat mendukung kehidupan yang berkelanjutan, meningkatkan gaya hidup yang sehat dan lebih berwarna bagi masyarakat kota Jakarta. Inilah waktunya untuk memikirkan dan membayangkan kemungkinan-kemungkinan lainnya, bagaimana ruang-ruang kota dapat dibentuk menjadi lebih menarik melalui elemen arsitektural, grafis dan ornamentasi. 
Termotivasi untuk menciptakan ruang kota yang lebih baik lagi, Jurusan arsitektur Bina Nusantara besama dengan komunitas Volume Factory akan mempresentasikan gagasan-gagasan baru bagi ruang-ruang kota Jakarta melalui presentasi desain dengan judul, JKT PLAY (Jakarta Play). Kami tunggu partisipasi dan kedatangan anda, Sabtu 29 September 2012 di Kemang89, jalan Kemang Raya no.89, Jakarta, pukul 13.00 WIB. 

Pembicara:
1. Margaret Jo
2. Rony Rahadian Onik
3. Bayu Ariyanto
4. Anggoro Inggriasto
5. Albertus Prawata
6. Yanita Mila

0 comments: